Guns Akimbo

Guns Akimbo

Film yang disutradarai oleh Jason Lei Howden ini berkisah tentang seorang programmer bernama Miles Lee Haris yang terlalu terpaku pada dunia maya dan game. Pada suatu hari, Miles melakukan kesalahan dengan membuat hinaan di forumnya Skizm, penyelenggara live stream deathmatch yang populer di internet. Akibatnya, Miles malah dipaksa untuk mengikuti deathmatch-nya Skizm dan harus menghadapi kriminal kelas kakap.

Hadirkan Konsep Cerita Menarik yang Tereksekusi Kurang Maksimal

Via Istimewa

Dari premis ceritanya, Guns Akimbo bisa dibilang sebagai satir untuk menyinggung orang-orang yang terlalu asyik dengan dunia maya. Bahkan, deathmatch yang diselenggarakan Skizm di film ini dibuat mirip seperti deathmatch yang ada di game. Konsep cerita yang diangkat sebenarnya cukup menarik dan sesuai dengan realitas kehidupan masa kini. Sayangnya, kurang tereksekusi dengan baik.

Sebuah konsep atau tema tentunya enggak akan maksimal jika enggak didukung dengan plot yang menarik. Nah, pembangunan jalan cerita yang ditampilkan Guns Akimbo tersampaikan dengan kurang baik. Banyak hal yang membuat kalian bakal bertanya-tanya dengan plot ceritanya. Bahkan ketika ada adegan yang berusaha menjelaskan tanda tanya dalam plotnya, jawaban yang diberikan pun masih terasa naggung dan mengganjal.

Sebagai sutradara sekaligus penulis naskah, Howden sebenarnya sudah cukup berusaha untuk menghadirkan beberapa plot twist di Guns Akimbo. Sekali lagi, plot twist yang seharusnya menjadi kejutan dan mungkin dapat menyelamatkan jalan cerita filmnya malah membuat ceritanya semakin enggak masuk akal dan terasa dipaksakan.

Banyak Dialog yang Enggak Penting

Via Istimewa

Selain sebagai film aksi, Guns Akimbo juga menghadirkan elemen komedi di dalamnya. Sebagian besar unsur komedi yang ada di film ini berasal dari tingkah Miles dan kelakar dari setiap karakternya. Akting Radcliffe sebagai Miles yang lemah dan ceroboh terbilang cukup sukses untuk memancing gelak tawa penonton.

Akting ceroboh Radcliffe terbukti berhasil membuat penonton tertawa, sayangnya, kelakar yang diucapkan para karakternya terasa terlalu berlebihan dan enggak penting. Ini bukan masalah lelucon mereka yang enggak sesuai dengan lelucon orang Indonesia. Soalnya, banyak lelucon yang terucap di situasi atau adegan yang kurang tepat.

Enggak hanya pemilihan situasi yang kurang tepat, beberapa lelucon yang diucapkan mungkin bisa membuat kalian cringe saat mendengarnya. Bayangkan, masih bisa-bisanya beberapa karakter di film ini mengucapkan dialog enggak penting di situasi yang enggak memungkinkan hanya untuk berusaha membuat film jadi lucu.

Aksi yang Terlalu Intens di Sepanjang Film

Via Istimewa

Namanya juga film aksi, tentunya bukan hal yang salah jika Guns Akimbo menghadirkan aksi yang terlalu intens. Sayangnya, aksi yang ditampilkan enggak diimbangi dengan plot yang kuat serta komedi yang pas. Sehingga, film ini jadi terasa hanya mengandalkan sisi aksinya untuk terlihat menarik.

Sisi positifnya, Guns Akimbo hadir dengan rating “R”. Dengan rating tersebut, tim produksi film jadi enggak ragu untuk menampilkan aksi yang benar-benar “gila”. Jika kalian enggak keberatan dengan film yang berisi aksi berlebih, kalian dijamin bakal menikmatinya. Buat yang enggak suka dengan aksi berlebih, kalian mungkin bakal “ngos-ngosan” menyaksikan film ini.

Ada Teknik Pengambilan Gambar yang Cukup Mengganggu

Via Istimewa

Hal ini mungkin bisa jadi catatan buat kalian yang ingin menonton Guns Akimbo, terkhusus buat orang yang gampang pusing. Mungkin karena ingin terlihat berbeda dari film lain, tim produksi menggunakan teknik kamera yang cukup unik untuk adegan tertentu. Jadi, ada satu adegan yang kameranya hanya fokus menyorot Miles. Sambil menyorot Miles yang terus beregerak, kamera dibuat terus berputar dalam waktu yang enggak sebentar.

Teknik pengambilan gambar yang digunakan sebenarnya cukup unik. Namun, teknik tersebut bakal enggak cocok buat orang-orang yang gampang pusing. Soalnya, adegan kamera yang berputar tersebut berlangsung cukup lama, mungkin hampir atau lebih dari 10 detik. Untungnya, teknik kamera tersebut hanya dilakukan untuk satu adegan saja.

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar