Sosok Edwin, alasan Ladya Cheryl kembali main film

Sosok Edwin, alasan Ladya Cheryl kembali main film

Selasa, 18 Februari 2020 18:32 WIB

Aktris Ladya Cheryl ditemui dalam jumpa pers film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" di Jakarta, Selasa (18/2/2020) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) – Lama tak terdengar kabarnya, aktris Ladya Cheryl kembali ke layar lebar untuk film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" adaptasi novel karya Eka Kurniawan.
Salah satu alasan Ladya kembali bermain film adalah sosok Edwin yang menjadi sutradara film itu.
"Itu juga terutama, tapi pertama kali tertarik karena novelnya karena karakternya. Karena itu kan yang selalu dicari sama aktor, berawal dari cerita dan karakter," ujar Ladya ditemui dalam jumpa pers film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" di Jakarta, Selasa.
"Jujur, novelnya, dan itu tadi, perjalanan gue sama Edwin sudah panjang dari film pertama, gue dan Edwin, dan gue banyak juga pertemuan di komunitas film," lanjutnya.
Perempuan yang dikenal lewat perannya sebagai Alya di film "Ada Apa dengan Cinta" itu, terakhir bermain film pada tahun 2012 dengan judul "Postcards from the Zoo". Dalam rentang waktu 2013 hingga 2018, dia lebih aktif sebagai orang di belakang layar dan membuat film pendek.
Film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" pun bisa disebut sebagai debut perdananya untuk kembali ke dunia seni peran.
Baca juga: "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" gunakan film analog 16mm
Baca juga: Mira Lesmana puji keputusan Ladya Cheryl
Saat ditawari untuk main film lagi, Ladya sempat merasa ragu bahkan dia harus meyakinkan dirinya untuk pantas berakting sebagai tokoh Iteung.
"Sampai sekarang masih ragu. Gue juga tahu kalau film ini akan dibuat sejak setahun yang lalu tapi akhirnya dapat teks dari Edwin dan Dede (produser) dan mereka menanyakan apakah gue tertarik, emm.. dibaca dulu skripnya, novelnya juga dibaca, dari cerita yang bikin gue tertarik," jelas pemain film "Biarkan Bintang Menari" itu.
Ladya melanjutkan, "Gue coba nge-pushsaja sih ke diri sendiri kalau sejauh ini sudah yakin, karena sudah ada baju, sudah ada hari ini, jadi enggak bisa mundur karena sudah ada kontrak."
Ladya dan Edwin cukup sering berkolaborasi dalam film.
Sebelumnya mereka bekerja sama lewat "Kara, Anak Sebatang Pohon" (2005), "Babi Buta yang Ingin Terbang" (2008), "Trip to the Wound" (2008), "Hulahoop Soundings" (2009) dan "Postcards from the Zoo" (2012).
Tahun 2013, Ladya menulis dan menyutradarai film pendek pertamanya yang berdurasi tiga menit berjudul "Vulgar".
Tahun 2016 sampai Mei 2018, dia melanjutkan pendidikan film di The New School, New York.
Baca juga: "Variable No:3" obati kerinduan Edwin menggarap film pendek
Baca juga: "Asian Triple Fold Mirror 2018: Journey", bukan sekadar perjalanan
Baca juga: Cara Edwin satukan ide "Journey" dengan sutradara Asia

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

ANTARA

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar