Fans Selamatkan Sonic the Hedgehog, Kuasai Box Office Akhir Pekan Lalu

JawaPos.com – Pada April 2019, trailer Sonic the Hedgehog menuai protes keras dari fans. Karakter utama, si landak biru supercepat Sonic, dinilai terlalu manusia. Paramount mendengar hal tersebut. Mereka mengebut desain ulang Sonic. Jadwal tayang pun terpaksa diundur.

Kerja keras itu terbayar. Sonic the Hedgehog jadi pemuncak box office akhir pekan lalu. Di Amerika Utara, film yang dibintangi Ben Schawrtz, Jim Carrey, dan James Marsden itu meraup USD 57 juta (Rp 778,76 miliar) di akhir pekan penayangannya. Jika ditotal dengan pendapatan mancanegara, Sonic the Hedgehog sudah mengumpulkan USD 111 juta (Rp 1,502 triliun) hingga kemarin (17/2).

Film tersebut jadi proyek adaptasi game dengan pendapatan akhir pekan perdana tertinggi. Raihannya melampaui rekor Pokemon Detective Pikachu. Tahun lalu film yang dibintangi Ryan Reynolds itu berhasil mengumpulkan USD 54,3 juta (Rp 741,78) di Amerika Utara pada tiga hari pertama pemutarannya.

Hasil tersebut jelas membuat Paramount gembira. Sebab, pada 2019, mereka gagal meraup untung lewat Gemini Man dan Terminator: Dark Fate. Kali ini lewat Sonic the Hedgehog, studio tersebut mampu meraup untung. Dapat ulasan apik dari penonton pula. Di CinemaScore, situs survei penonton yang berbasis di Las Vegas, film tersebut meraih rating A. Di Rotten Tomatoes, antusiasme fans untuk menonton Sonic the Hedgehog mencapai 95 persen, terlepas rating-nya yang ”hanya” 63 persen.

Presiden Distribusi Domestik Paramount Chris Aronson mengungkapkan, kunci kesuksesan film ada pada kemauan tim mendengarkan fans. ”Kami mengubah Sonic yang disambut dengan puas oleh fans. Mereka sangat pemaaf. Setelah filmnya tayang, mereka menyukainya. Semuanya sesuai rencana,” papar Aronson.

Begitu trailer perdananya menuai kritik, sutradara Jeff Fowler dan tim efek visual langsung mengambil keputusan. Pada Mei 2019, lewat Twitter, dia menegaskan akan mengubah Sonic. Fowler mengungkapkan, desain awal Sonic dirancang realistis. ”(Desain realistis) kami kebablasan. Selama lima sampai sepuluh menit setelah teaser-nya viral, aku merenung. Kami butuh perbaikan segera,” urainya.

Dalam wawancara dengan USA Today, sutradara yang masuk nominasi Oscars 2004 itu menceritakan, dia dan tim hanya punya waktu dua bulan. Fowler membantah ada arahan untuk mengulang proses produksi film. Dia dan tim berfokus pada perbaikan figur Sonic. ”Beberapa detail penting tetap kami pertahankan. Kami ingin Sonic tetap dikenali,” imbuhnya. Mereka berkaca pada desain karakter di versi game.

Dengan respons positif fans pada Sonic the Hedgehog, sutradara berusia 41 tahun itu optimistis bisa mewujudkan jagat film untuk karakter landak biru tersebut. ”Banyak karakter seru yang menarik diceritakan,” ucap Fowler.

FILM-FILM ADAPTASI GAME PENGUASA PASAR GLOBAL

Meski punya basis fans besar, film adaptasi game tidak selalu sukses. Sulit bersaing di box office, rating-nya pun jarang di atas 6. Padahal, biaya produksinya relatif tinggi karena mengerahkan efek visual maksimal.

WARCRAFT

Tayang: Juni 2016

Rating*: 28 persen

Pendapatan: USD 439,05 juta (Rp 5,997 triliun)

DETECTIVE PIKACHU

Tayang: Mei 2019

Rating*: 69 persen

Pendapatan: USD 433 juta (Rp 5,914 triliun)

RAMPAGE

Tayang: April 2018

Rating*: 51 persen

Pendapatan: USD 428,03 juta (Rp 5,847 triliun)

PRINCE OF PERSIA: THE SANDS OF TIME

Tayang: Mei 2010

Rating*: 37 persen

Pendapatan: USD 336,37 juta (Rp 4,594 triliun)

RESIDENT EVIL: THE FINAL CHAPTER

Tayang: Januari 2017

Rating*: 37 persen

Pendapatan: USD 312,26 juta (Rp 4,265 triliun)

* RATING DARI ROTTEN TOMATOES

SUMBER

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar