Septian Dwi Cahyo hadirkan kepiawaian pantomim di film “Mangkujiwo”

Septian Dwi Cahyo hadirkan kepiawaian pantomim di film "Mangkujiwo"

Sabtu, 25 Januari 2020 09:42 WIB

Septian Dwi Cahyo sebagai Sadi di film "Mangkujiwo" (instagram/kuntilanakfilm)

Jakarta (ANTARA) – Seniman pantomim Septian Dwi Cahyo memperlihatkan kepiawaiannya berakting tanpa dialog, hanya mengandalkan gestur dan suara yang tak membentuk kata-kata, di film horor "Mangkujiwo".
Septian berperan sebagai Sadi, pembantu setia Brotoseno (Sujiwo Tejo) yang merawat Kanthi (Asmara Abigail), perempuan cikal bakal kuntilanak. Sadi digambarkan sebagai sosok misterius yang tak bisa bicara.
Dalam konferensi pers "Mangkujiwo", Jumat (24/1), Septian mengatakan ide membuat Sadi jadi tokoh bisu awalnya muncul dari Sujiwo Tejo.
"Mas Jiwo bilang bagaimana kalau peran Septian bisu, 'biar dialog kami saya yang interpretasikan'. Setelah itu dia baru sadar kalau dia harus menghapalkan dialog saya juga," seloroh Septian.
Sebagai Sadi, Septian berbicara lewat gerak-gerik, apa yang selama ini ia lakoni sebagai seniman pantomim. Karakter unik yang bisa dilihat di dalam diri Sadi adalah tubuhnya yang bungkuk. Sutradara Azhar Kinoi Lubis tahu Septian adalah pilihan tepat.
"Saya butuh pemain dengan gestur natural, lalu saya ingat dengan Septian," kata Kinoi.
Septian pernah mendapatkan beasiswa dari tokoh pantomim Marcel Marceau. Dia telah bermain film sejak 1980-an, diawali dengan "Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi" hingga "Lupus I" (1987). Dua tahun lalu, Septian bermain dalam film roman sejarah "Sara & Fei, Stadhuis Schandaal" arahan Adisurya Abdy.
"Saya sudah lama enggak main film karena belum ada karakter yang pas, begitu tahu Kinoi yang menyutradarai, pasti dia mau yang spesial. Saat saya baca (skenario), ternyata filmnya spesial."
“Mangkujiwo” mengusung genre horor-thriller mengenai awal mula lahirnya kuntilanak. Kanthi (Asmara Abigail) adalah perempuan biasa yang jadi korban perseteruan Brotoseno (Sudjiwo Tedjo) dan Cokrokusumo (Roy Marten) dalam memperebutkan pengaruh dan kekuasaan atas Loji Pusaka.
Perebutan itu membuat Brotoseno terpaksa melepas jabatannya karena difitnah oleh Cokrokusumo. Broto merencanakan balas dendam melalui bayi yang dikandung Kanthi, hasil hubungan gelap dengan Cokrokusumo.
Kanthi hidup menderita. Dia dipasung karena difitnah sebagai perempuan yang mengandung anak setan. Selama pemasungan, Kanthi dipaksa melewati proses yang membuatnya menjadi kuntilanak.
“Mangkujiwo” dibintangi juga oleh Yasamin Jasem, Karina Suwandi, Djenar Maesa Ayu, Septian Dwi Cahyo dan Samuel Rizal.
Baca juga: Asmara Abigail: "Semoga kita makin sayang kuntilanak"
Baca juga: Film horor "Mangkujiwo", awal mula terciptanya kuntilanak
Baca juga: Asmara Abigail keluar dari zona nyaman di "Perempuan Tanah Jahanam"

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

ANTARA

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar