Nama besar seperti JLo dan Eddie Murphy tak ada di Oscar 2020

Nama besar seperti JLo dan Eddie Murphy tak ada di Oscar 2020

Selasa, 14 Januari 2020 08:09 WIB

Jennifer Lopez . (ANTARA/Reuters) (ANTARA/Reuters/)

Jakarta (ANTARA) – Nama-nama besar seperti Jennifer Lopez, Eddie Murphy dan Robert De Niro dilewati oleh pemilih Oscar tahun ini, namun mereka memberi kejutan dengan nominasi untuk Antonio Banderas di film Spanyol "Pain and Glory".
Dilansir Reuters, penyanyi dan aktris Lopez mendapat pujian atas perannya sebagai penari tiang dalam "Hustlers", begitu juga Murphy yang jadi aktor utama "Dolemite is My Name". Tapi tak ada di antara mereka masuk nominasi di Oscar 2020 yang akan dihelat pada 9 Februari meski keduanya dinominasikan di penghargaan Golden Globe.
"Kejutan terbesar adalah Jennifer Lopez tak dapat nominasi aktris pendukung terbaik," kata kepala kritik film Variety Owen Gleiberman. "Ada banyak pujian, ekspektasinya besar. Banyak orang menyangka dia akan menang."
The Academy of Motion Picture Arts and Sciences, beranggotakan sekitar 8000 orang yang memilih pemenang Oscar, juga tidak terkesan dengan penampilan Robert De Niro di "The Irishman".
Pemenang dua piala Oscar De Niro tetap jadi nomine, tapi sebagai produser "The Irishman" yang berkompetisi dalam kategori film terbaik, bukan sebagai aktor di film gangster itu. Dia juga tidak mendapatkan nominasi di Golden Globe atau Screen Actors Guild Award.
Aktor Adam Sandler dipuji dalam film "Uncut Gems", namun pemilih Oscar tidak memasukkannya dalam nominasi. Gleiberman menyebut penampilan Sandler "luar biasa".
"Itu film luar biasa, penampilan sangat bagus yang menunjukkan Adam Sandler memang punya kemampuan hebat," kata dia.
Baca juga: Cetak sejarah baru, Awkwafina wanita Asia pertama tembus Golden Globe
Awkwafina, pemenang Golden Globe lewat perannya di "The Farewell", juga tidak masuk nominasi di Oscar.
Sementara "Frozen 2" gagal meraih tempat di kategori film animasi terbaik, yang diramaikan film animasi Netflix seperti "Klaus".
Academy kembali dikritik karena tidak menganggap sutradara perempuan dengan mengabaikan sineas Greta Gerwig yang mengarahkan "Little Women". Film itu dinominasikan untuk kategori skenario adaptasi, tapi bukan untuk sutradara terbaik.
Aktris Issa Rae, salah satu presenter nominasi, mengatakan "selamat kepada para laki-laki" saat daftar nomine sutradara diumumkan, dan tagar #DirectorsSoMale jadi topik hangat di Twitter.
Academy belum mengomentari kritik mengenai kurangnya keberagaman nomine.
"Little Women" menerima enam nominasi, termasuk film terbaik dan aktris pendukung terbaik untuk Florence Pugh.
Gerwig mengatakan dia "dipenuhi kebahagiaan" setelah nominasi diumumkan.
"Saya tidak menganggap tidak adanya Greta Gerwig di calon nominasi tahun ini sebagai keputusan berbasis gender," kata Gleiberman.
Baca juga: Trailer film adaptasi novel Louisa May Alcot "Little Women" dirilis
“Perihal gender yang lebih besar adalah bahwa kita membutuhkan banyak, lebih banyak film, film besar yang disutradarai oleh perempuan. Itu hanya akan terjadi ketika kita memiliki semakin banyak wanita di posisi tinggi, "tambah Gleiberman.
Hanya satu dari 20 nominasi akting yang memiliki nomine kulit berwarna. Cynthia Erivo dinominasikan untuk peran utamanya sebagai aktivis anti-perbudakan Harriet Tubman di “Harriet.”
Hal itu mendorong beberapa pengguna Twitter menghidupkan kembali tagar #OscarsSoWhite yang meledak pada 2015.
Sejak saat itu akademi film telah bergerak untuk mendiversifikasi keanggotaannya yang sebagian besar berkulit putih dan laki-laki dengan mengundang lebih banyak perempuan dan orang kulit berwarna untuk bergabung.
Banderas menerima nominasi Oscar pertamanya karena memerankan sutradara film yang merefleksikan pilihan-pilihan hidupnya dalam "Pain and Glory." Film ini disutradarai oleh Pedro Almodóvar, yang mengangkat cerita film ini dari kisah hidupnya sendiri.
Baca juga: Netflix masuk 24 nominasi Oscar, bersaing dapatkan piala film terbaik
Baca juga: Daftar nominasi utama Oscar 2020, "Joker" hingga "Parasite"
Baca juga: 20 film ini siap berebut piala Oscar kategori "Best VFX"

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

ANTARA

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar