Pemeran “Supergirl” Melissa Benoist pernah alami KDRT

Pemeran "Supergirl" Melissa Benoist pernah alami KDRT

Kamis, 28 November 2019 18:12 WIB

Aktris Melissa Benoist berpose sebelum pagelaran busana untuk rumah mode Dior di Pekan Mode Paris Fashion Week pada 24 September 2018. ANTARA/REUTERS/Stephane Mahe.

Jakarta (ANTARA) – Aktris Melissa Benoist memberanikan diri untuk mengungkap pengalaman pahit pada masa lalunya, terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang pernah dia alami.
Benoist melalui akun Instagram-nya mengunggah sebuah video yang berisi pengakuan bahwa dirinya adalah penyintas dari KDRT yang dilakukan oleh mantan pasangannya.
"Saya adalah orang yang selamat dari kasus KDRT, hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya," ujar Benoist dalam video tersebut. Kendati demikian, Benoist tidak menyebutkan siapa yang melakukan kekerasan terhadap dirinya tersebut.
Dilansir dari People pada Kamis, Benoist menyebut mantan pasangannya sebagai seseorang yang murah hati, yang membuat seseorang tidak mungkin tidak tertarik padanya.
"Dia bisa menarik, lucu, manipulatif dan licik," ujar Benoist.
Aktris berusia 31 tahun itu menyebutkan bahwa perilaku kasar pasangannya hanya sebatas rasa cemburu. Namun lambat laun perilaku pasangannya itu menjadi lebih kasar dan berdampak negatif pada karir Benoist. Pasangannya mulai melakukan penyerangan tidak hanya secara verbal namun juga secara fisik.
Mulai dari menyiram wajah Benoist dengan segelas smoothie hingga membantingnya ke dalam bak mandi, tanpa ada permintaan maaf.
Baca juga: Johnny Depp dilaporkan Amber Heard ke polisi karena KDRT
​​​​

View this post on Instagram

The long and winding road of healing and reconciliation has brought me to this moment where I feel strong enough to talk about my experience openly, honestly and without shame. By sharing my story, hopefully I can empower others to seek help and extricate themselves from abusive relationships. Everyone deserves to be loved void of violence, fear and physical harm. @futureswithoutviolence
A post shared by Melissa Benoist (@melissabenoist) on

Benoist pada awalnya malu untuk mengungkap KDRT yang dia alami, dan takut bila pasangannya tersebut justru terus menyiksanya. Tindak kekerasan tersebut kemudian mengubah kepribadian Benoist.
Kekerasan yang dia alami dikatakan telah merubah dirinya. "Aku bisa menjadi poker face yang menakjubkan. Aku menjadi tidak dapat dipercaya, tidak profesional, dan sulit berkomunikasi denganku," kata Benoist.
Hingga pada suatu saat pasangannya secara sengaja melempar ponsel pintar ke wajah Benoist, yang menyebabkan cidera pada matanya. Kejadian tersebut menyadarkan Benoist bahwa dia harus melakukan sesuatu daripada terus bersembunyi di balik ketakutannya.
"Iris dan kulit mata saya robek, bola mata saya hampir pecah dan pembuluh hidung saya pecah. Mata kiriku kemudian bengkak begitupula dengan bibir saya. Namun yang lebih parah ada sesuatu dalam diri saya hancur, ini sudah terlalu jauh," ujar Benoist.
Setelah berbohong pada perawat atas apa yang telah menimpa dirinya, Benoist akhirnya menceritakan kasusnya tersebut kepada seorang teman. Dia pun akhirnya membuat keputusan untuk meninggalkan pasangannya tersebut.
Benoist berharap, dengan membagikan pengalaman buruknya tersebut dapat mencegah orang lain mengalami kejadian serupa.
Baca juga: Amber Heard pernah dipecat setelah akui jadi korban KDRT Johnny Depp
Baca juga: Dietmar Hamann tersandung kasus KDRT
Baca juga: Johnny Depp didukung keluarga hadapi tuduhan KDRT

Penerjemah: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ANTARA

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar