“Terminator: Dark Fate”, kembalinya aksi duo Schwarzenegger-Hamilton

“Terminator: Dark Fate”, kembalinya aksi duo Schwarzenegger-Hamilton

Resensi film

"Terminator: Dark Fate", kembalinya aksi duo Schwarzenegger-Hamilton

Selasa, 29 Oktober 2019 07:21 WIB

Poster "Terminator: Dark Fate". (ANTARA News/HO/20th Century Fox)

Jakarta (ANTARA) – Sejak perilisan film pertamanya pada 1984, "Terminator" merupakan salah satu film waralaba bergenre fiksi ilmiah dan aksi pertarungan antara manusia dan robot berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) yang paling laris dan populer sepanjang masa.
Melanjutkan film sekuelnya yang dirilis pada 1991, yakni "Terminator 2: Judgment Day”, film itu menceritakan tentang Dani Ramos (Natalia Reyes), seorang wanita muda yang diburu oleh Terminator dari masa depan, Rev-9 (Gabriel Luna).
Awalnya, Dani hidup sederhana di Mexico bersama ayah dan saudaranya (Diego Boneta) yang tidak sempat diselamatkan dari serangan robot AI terkuat dan terbaru dari Skynet itu.
Kondisi itu memaksa Dani harus bekerja sama dengan seorang tentara super dari masa depan bernama Grace (Mackenzie Davis), yang juga datang dari masa depan dengan misi untuk melindungi Dani.
Misi penyelamatan Grace kemudian mempertemukannya dan Dani dengan sang legenda, Sarah Connor (Linda Hamilton), yang memiliki tujuannya sendiri.
Baca juga: Bintang "Terminator" akan kunjungi Seoul

Cuplikan film "Terminator: Dark Fate". (20th Century Fox)

Ketiga karakter wanita itu pun harus berjuang melawan Rev-9 dalam berbagai pertempuran sengit, hingga mereka dipertemukan kembali dengan T-800 (Arnold Schwarzenegger) yang mungkin menjadi satu-satunya harapan untuk selamat.
Film arahan sutradara Tim Miller itu menyajikan jalan cerita yang cukup akrab bagi para penggemar setia dari waralaba "Terminator". Terlebih, dialog antara duo klasik Sarah dan T-800 memberikan suguhan yang menggelitik memori masa lalu dari sekuel sebelumnya.
Soal benang merah antara "Terminator 2: Judgement Day" dan "Terminator: Dark Fate", para penonton baru pun dapat mengikuti film itu karena latar belakang cerita dijelaskan dengan cukup apik.
Bukan hanya menampilkan aksi dan laga yang intens, sekuel yang kembali diproduseri James Cameron itu juga membahas beberapa sisi kehidupan terbaru, seperti kondisi politik perbatasan antar-negara Mexico dengan AS hingga masalah keluarga.
Karakter utama, Dani, seorang warga negara Mexico dikisahkan harus menempuh jalur ilegal agar dapat masuk ke Texas. Selain itu terdapat pula cerita bagaimana gambaran penanganan WNA ilegal di perbatasan dengan cukup mendetail.
Baca juga: "Terminator Genisys" belum tayang tapi sudah disiapkan dua sekuel

Arnold Schwarzenegger dalam cuplikan film "Terminator: Dark Fate". (20th Century Fox)

Tiap karakter dalam film itu tampil memiliki kedekatan dengan keluarganya masing-masing. Bagaimana mereka bisa menghadapi pilihan tanpa mengorbankan keluarga, menjadi salah satu garis besar dari film.
Efek-efek visual yang disajikan pun mendukung jalannya cerita penuh aksi, tanpa menghilangkan kekhasan dari film-film "Terminator" sebelumnya. Terlebih, dengan melihat wajah-wajah familiar Hamilton dan Schwarzenegger yang sebelumnya sudah pernah beradu peran bersama.
Film berdurasi 128 menit itu bukan hanya menjadi ajang reuni bagi kedua pemain film dan produser kondang "Terminator", tapi juga memberikan warna baru yang menyegarkan mengingat karakter-karakter wanita itu sangatlah dominan dan ditampilkan secara kuat.
“Terminator: Dark Fate” yang lolos dengan rating 13 tahun ke atas itu, secara resmi akan dirilis di bioskop-bioskop Indonesia pada Rabu (30/10).
Baca juga: Terminator kelima punya judul "Terminator Genisys"

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ANTARA

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar