Dendi Tambunan tahan logat Batak di film “Horas Amang”

Dendi Tambunan tahan logat Batak di film "Horas Amang"

Selasa, 1 Oktober 2019 16:43 WIB

Dendi Tambunan (memegang mic) bersama cast, sutradara dan produser "Horas Amang" di Redaksi LKBN ANTARA, Jakarta, Selasa. (ANTARA/Adrianus Mehan)

Jakarta (ANTARA) – Aktor Dendi Tambunan harus menahan logat Batak saat mendapatkan peran Pardamean, pria Batak yang lahir dan besar di Jakarta dan sudah tak peduli dengan adat istiadat, dalam film "Horas Amang: Tiga Bulan Untuk Selamanya".
"Aku asli dari Medan cuma sudah lama di Jakarta, tapi kalau ketemu sama orang Medan, logat itu pasti keluar," ujar Dendi saat berkunjung ke Kantor Berita ANTARA, Jakarta, Selasa.
Dalam film, Dendi berhadapan dengan pemain-pemain asli Batak yang membuat logat aslinya keluar. Beberapa kali ia keceplosan bicara dalam dialek Batak ketika pendalaman karakter berlangsung, namun kebiasaannya berhasil ditahan ketika pengambilan gambar dimulai.
Baca juga: Rahasia sehat Piet Pagau, serba sedang-sedang saja
"Ngomongnya harus gue – lo saja, pas waktu reading pun aku dibilang Ibas (Aragi, penulis naskah), enggak boleh keluar logat Batak, harus (logat) Jakarta."
Tidak semua orang terbiasa berbahasa Batak, Akbar Nasdar yang berperan sebagai Gordon harus melatih dialek itu. Untungnya proses tersebut termasuk mudah dan menyenangkan.
"Logat Danau Toba asli enak dimainkan, jadi nagih," seloroh dia.
"Horas Amang" berkisah tentang Amang (ayah) dari tiga anak yang berusaha sekuat tenaga agar mereka meraih kesuksesan kelak.
Kehidupan di dunia modern yang sibuk membuat anak-anak jadi mengabaikan sang Amang dan melupakan adat istiadat.
Baca juga: Cok Simbara perlihatkan kepiawaian bahasa Batak di "Horas Amang"
Baca juga: Film "Horas Amang" angkat budaya Batak dengan nilai universal
Amang pun menggunakan cara yang tidak biasa agar anak-anaknya kembali saling mengasihi dan menyayangi orangtua.
"Horas Amang" diangkat dari pentas Teater Legiun pada 2016. Naskah dari Ibas Aragi diadaptasi menjadi skenario film yang durasinya jauh lebih singkat.
Sutradara Irham Acho Bachtiar dan Steve Wantania bekerjasama dalam menggarap film bertema keluarga Batak ini.
Kolaborasi ini terasa lebih mudah karena keduanya merupakan teman sekelas di Institut Kesenian Jakarta, Steve lama berkarir di Amerika sementara Acho sudah banyak membuat film di Indonesia.
Meski film ini kental budaya Batak, "Horas Amang" tetap bisa dinikmati oleh penonton yang tak familier dengan budaya tersebut.
"Saya cukup heran ketika film ini banyak penontonnya di Jabodetabek, bukan di Medan saja, ini membuktikan film ini universal," kata Acho.
"Horas Amang" dibintangi oleh aktor senior Cok Simbara, Tanta Ginting, Dendi Tambunan, Jack Marpaung, Novita Dewi Marpaung, Piet Pagau juga pendatang baru Vanessa Marpaung.
Baca juga: Samosir siapkan Festival Pasir Putih
Baca juga: Julie Estelle menyukai film action
Baca juga: Nama besar "The Raid" jadi tantangan bagi Cok Simbara

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ANTARA

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar