James Tupper Cerita tentang Nathan Carlson di Big Little Lies Season 2

JawaPos.comBig Little Lies Season 2 tayang di HBO sejak 9 Juni lalu. Kelanjutan hubungan para tokoh, termasuk Nathan Carlson, bikin penasaran. Wartawan Jawa Pos Debora Danisa Sitanggang pada Kamis (27/6) mewawancarai James Tupper, pemeran Nathan, melalui sambungan telepon internasional.

Hai, James. Bagaimana perasaanmu bisa bergabung lagi di Big Little Lies Season 2?

Musim ini jadi tantangan baru buatku karena ada kebohongan kecil dan besar. Dan, para tokoh perempuan bakal menghadapi kebohongan besar. Para perempuan sering menghadapi kesulitan. Dia nggak bisa pulang ke rumah dan cerita semua ke suami. Itulah yang membuat jarak antara suami dan istri. Aku pikir itu situasi yang lumrah dihadapi Nathan tahun ini.

Ada perubahan karakter Nathan antara season pertama dan kedua?

Banyak banget. Aku menghadapi hal yang sangat sulit, mungkin banyak laki-laki yang akan mengerti. Ketika istri tiba-tiba tertutup, nggak mau melibatkan kita dalam pikirannya. Aku pikir hubungan itu harus dibangun dengan saling berkomunikasi. Saat perempuan menutup diri dari laki-laki, dalam hal ini Bonnie ke Nathan, aku sebagai suami harus melakukan segala cara untuk mengembalikan keutuhan keluarga.

Bagaimana perasaan Nathan saat mengetahui kebohongan-kebohongan dalam cerita ini?

Aku pasti ingin membantu Bonnie kalau tahu dari awal. Aku pikir, banyak perempuan yang merasa laki-laki nggak akan bisa mengerti dan berubah. Tapi, menurutku, Nathan di sini berubah dan merasa bersalah kepada Bonnie.

Bagaimana rasanya beradu akting dengan Zoe Kravitz (pemeran Bonnie)?

Dia luar biasa. Keluarganya luar biasa. Ayahnya rock star, ibunya aktris yang luar biasa, bahkan ayah angkatnya Aquaman… hahaha. Aku senang setiap hari kerja bersama dia. Kadang sering bercanda, tapi kalau sudah waktunya syuting, kami fokus bagaimana menampilkan adegan dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya.

Di season ini juga ada aktris senior Meryl Streep. Bagaimana rasanya main satu judul bareng?

Luar biasa. Sejak hari pertama ikut syuting, dia paham banget ceritanya, hafal dialognya, apa yang mau dilakukan. Dia sangat menginspirasi sejak awal. Bayangkan rasanya seperti ketemu pemain bola favoritmu. Ini juga bikin aku sadar potensiku sebagai aktor.

Momen yang paling diingat selama syuting?

Wah, banyak banget. Tapi, mungkin yang paling berkesan adalah episode final. Kami syuting adegan yang menurutku susah banget untuk dapat hasil yang diinginkan. Waktu aku ikut premiere, para produser menghampiriku dan menyebut adegan itu. Menurutku, itu capaian yang paling membanggakan. Oh, adegan bareng Nicole Kidman juga sulit dilupakan.

SUMBER

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar