Main di “Pancaran Sinar Petromaks”, Abdur kesulitan logat Betawi

Main di “Pancaran Sinar Petromaks”, Abdur kesulitan logat Betawi

Main di "Pancaran Sinar Petromaks", Abdur kesulitan logat Betawi

Kamis, 13 Desember 2018 20:53 WIB

Abdur dalam jumpa media "Get Up Stand Up" di Jakarta, Rabu (11/11/2015) (ANTARA News/ Nanien Yuniar )

Jakarta (ANTARA News) – Komika tunggal Abdurrahim Arsyad atau lebih populer dengan nama Abdur terpilih berperan sebagai vokalis dan pemain gendang Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (OM PSP) dalam film terbarunya, tapi, dia kesulitan berbicara dengan logat Betawi.
"Saya berusaha supaya logatnya bisa (bilang) 'Fatime', bukan 'Fatimah'," kata Abdur saat jumpa pers peluncuran poster "Pancaran Sinar Petromaks – Gaya Mahasiswa" di Jakarta, Kamis.
Abdur, selain dikenal dengan candaannya yang segar, juga logat Indonesia Timur-nya, termasuk ketika berbicara sehari-hari. Abdur memang lahir dan besar di Nusa Tenggara Timur sebelum kuliah di Malang, Jawa Timur, kemudian menjadi komika tunggal.
Abdur, dengan gaya bercanda, berusaha meyakinkan awak media yang hadir di acara tersebut bahwa dia bersungguh-sungguh untuk berbicara dengan logat Betawi di film "Pancaran Sinar Petromaks – Gaya Mahasiswa".
"Itu saya sudah usaha. Nanti, kalau saya bagus, jadi gubernur," kata dia bercanda.
Komika berusia 30 tahun ini mengaku baru mengetahui tentang OM PSP begitu ditawari bermain dalam film tersebut. Sambil bercanda, dia menjelaskan mengapa dia sampai tidak mengenal karya-karya OM PSP yang populer sejak tahun 70an.
"Mohon maaf, kami di Timur tahun 90an nggak ada listrik, Bos," kata dia bercanda lagi.
MAX Pictures, membuat film "Pancaran Sinar Petromaks – Gaya Mahasiswa" yang diadaptasi dari film lawas grup tersebut, berjudul "Manis-Manis Sombong" dengan interpretasi yang disesuaikan dengan zaman sekarang.
Sutradara Hilman Mutasi melihat proyek kali ini sebagai sebuah tantangah, pasalnya, nama besar OM PSP tidak kalah dengan Warkop DKI pada zamannya.
"OM PSP adalah grup musik legenda selain Warkop di tahun itu. Namun, perjalanan kisah yang kita ikuti kekinian agar lebih up to date, sesuai dengan era saat ini. Inilah tantangan buat saya, bagaimana anak-anak muda sekarang tahu bahwa dulu kita punya satu grup komedi musikal yang sangat lucu,” kata Hilman.
Produser MAX Pictures Ody Mulya, berharap film ini dapat membangkitkan memori terhadap grup musik OM PSP yang terkenal dengan lagu berjudul "Fatime".
“Saya berharap film ini bisa menghibur penonton film Indonesia. Selain itu, film ini juga memberikan nuansa baru dalam dunia film Indonesia, karena lagu OM PSP dikenal penuh kritik dan lucu,” kata Ody.
Film ini dibintangi oleh Rizky Firdaus Wijaksana (Uus), Adjis Doaibu, David John Schaap, Dimas Danang, Imam Darto, Abdurrahim Arsyad, Boris Bokir, dan Wira Setianagara.
"Pancaran Sinar Petromaks – Gaya Mahasiswa" dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop Tanah Air mulai 31 Januari 2019.
Baca juga: Jadi anggota Pancaran Sinar Petromaks, Uus tak bisa main musik

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

ANTARA

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar