Film biopik “Taufiq Kiemas” syuting di Yogyakarta

Film biopik “Taufiq Kiemas” syuting di Yogyakarta

Film biopik "Taufiq Kiemas" syuting di Yogyakarta

Sabtu, 8 Desember 2018 20:37 WIB

Tokoh dan para artis yang terlibat dalam pembuatan film Taufiq Kiemas yang berjudul "Taufiq: Lelaki yang Menentang Badai". (Istimewa)

Jakarta (ANTARA News) – Film biopik Taufiq Kiemas yang berjudul "Taufiq: Lelaki yang Menentang Badai" mulai syuting di Yogyakarta, pada Jumat (7/12) dan rencananya proses pengambilan gambar ini akan berlangsung selama tiga pekan ke depan.
"Sebelumnya, akhir November lalu, syuting perdana telah dilakukan di kampung halaman orang tua Taufiq Kiemas di Palembang, Sumatera Selatan," kata Sutradara film tersebut Ismail Basbeth dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, syuting di Palembang mengambil adegan-adegan masa kanak-kanak dan remaja Taufiq. Masa-masa ini merupakan masa penting dalam pembentukan karakter Taufiq.
Ia berpendapat kisah Taufiq Kiemas yang diangkat dalam film ini sangat menarik, terutama menceritakan pengalaman seorang anak muda dalam mengarungi gelombang kehidupan dan dinamika sosial-politik di masa 1960-an.
"Saya berharap film ini akan menarik minat anak muda, sekaligus kalangan orangtua yang ingin bernostalgia di masa itu," ujar Ismail Basbeth.
Ia mengungkapkan, ketika pertama kali ditawari menyutradarai film ini, ia tidak langsung menyetujui.
"Namun, setelah membaca skenarionya dan juga biografi Pak Taufiq, saya tertarik dan merasa tertantang. Kisah hidup Pak Taufiq penuh warna. Selain itu, saya diberi kebebasan untuk menggarap film ini sepenuhnya oleh para produser," kata Ismail.
Ismail Basbeth telah menggarap banyak film, antara lain film "Mencari Hilal" dan "Arini".
Biopik ini mengisahkan masa remaja dan masa ketika Taufiq Kiemas menjadi aktivis gerakan politik yang mendukung Presiden Soekarno. Karena aktivitas politiknya tersebut, Taufiq Kiemas semasa hidupnya pernah mendekam di dalam penjara pada masa rezim Soeharto.
Disebutkan bahwa sejatinya film ini bukan film politik, tapi drama yang mengangkat perjuangan hidup seorang anak manusia sehingga menjadi pemimpin dan negarawan. Dalam film ini juga ditampilkan kisah asmara Taufiq Kiemas dengan Megawati Soekarnoputri. Penggagas sekaligus produser eksekutif film ini adalah Muhammad Yamin dan Imran Hasibuan.
Yang akan memerankan karakter Taufiq adalah aktor Achmad Megantara, dan yang berperan sebagai Megawati Soekarno adalah Aghniny Haque. Film ini juga didukung aktor-aktor senior, antara lain Ray Sahetapy yang memerankan Bung Karno dan Ferry Salim yang didapuk sebagai Tjik Agus Kiemas, ayahanda dari Taufiq Kiemas.
"Ini merupakan kehormatan sekaligus tantangan bagi saya untuk memerankan Bung Karno. Karena, Bung Karno bukan saja tokoh besar Indonesia, tapi juga tokoh dunia, yang disegani kawan dan lawan politiknya," ujar Ray Sahetapy.
Yang juga terlibat dalam film ini antara lain Brandon Salim, Egy Fadli, dan Imelda Therinne. Dalam tim kreatif tercatat nama Ong Hari Wahyu (Desainer Produksi/Art Director), Cornelio Sunny (Produser Kreatif), dan Retno Ratih (Penata Busana). Musik untuk film ini digarap oleh Charlie Meliala, sementara penata kameranya adalah Fahmi J. Saat dan penyunting gambar Andhy Pulung. Skenarionya ditulis oleh Alim Sudio.
"Secara pribadi, setelah membaca biografi Pak Taufiq dan mempelajari aktivitasnya dari berbagai sumber lain, saya sangat mengagumi beliau. Bagi saya, beliau adalah sosok negarawan, yang mampu menjembatani berbagai perbedaan pandangan tokoh-tokoh yang ada di negara ini. Pak Taufiq adalah salah seorang tokoh besar yang pernah dimiliki bangsa ini. Saya akan berupaya sebaik-baiknya untuk memerankan sosoknya," tutur Megantara, yang antara lain pernah membintangi film "13: The Haunted" (2018), "Catatan Si Boy" (2016), dan "Masa Muda" (2017).
Adapun yang memproduksi film ini adalah Max Pictures yang digawangi Produser Ody Mulya Hidayat dan Matta Cinema.
"Insya Allah, film ini akan mulai tayang di bioskop-bioskop pada Maret 2019. Dan kami berharap film ini akan diapresiasi publik Indonesia," kata Ody Mulya, produser yang telah menghasilkan film-film box office, seperti Dilan 1990.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

  • TAGS:
  • film taufiq kiemas
  • taufik kiemas

Berita Terkait

Kegiatan solidaritas "Lombok Palu Donggala Rev!val" resmi ditutup

9 Desember 2018 00:45

Film biopik "Taufiq Kiemas" syuting di Yogyakarta

8 Desember 2018 20:37

Sudah hampir tiga dekade mereka membuat selop pengantin

8 Desember 2018 17:47

Kopi Samosir kantongi sertifikat perlindungan Indikasi Geografis

8 Desember 2018 15:36

Bekraf gelar Festival Indikasi Geografis dorong ekosistem ekonomi kreatif

8 Desember 2018 14:10

Drainase kawasan cagar budaya Malioboro direvitalisasi tahun depan

8 Desember 2018 12:22

"Kimi no Nawa", anime favorit Velove Vexia

8 Desember 2018 11:07

Tahun depan, Haruka eks JKT48 siap jadi aktris

8 Desember 2018 10:16

Titi Kamal luncurkan parfum

8 Desember 2018 10:14

Trailer "Avengers Endgame" ungkap pentingnya Ant-Man

8 Desember 2018 10:08

Rekomendasi film Jepang dari Haruka Nakagawa

8 Desember 2018 09:00

Hari ini, Festival Indikasi Geografis hingga diskusi industri film

8 Desember 2018 07:59

Komentar

Kirim ×

Login

Username Password Tetap masuk Masuk Belum Daftar? Registrasi Login Dengan FACEBOOK TWITTER GOOGLE Tutup
ANTARA

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar