Sutradara: Kritik film turut tingkatkan kualitas film Indonesia

Sutradara: Kritik film turut tingkatkan kualitas film Indonesia

Sutradara: Kritik film turut tingkatkan kualitas film Indonesia

Jumat, 7 Desember 2018 17:31 WIB

Para pemenang lomba penulisan Kritik Film dan Artikel Film 2018 berfoto bersama para juri di Jakarta, Kamis (6/12/2018) (istimewa)

Tanpa kritik film, tidak ada penimbang kualitas sebuah film. Seperti sayur tanpa garam. Tanpa kritik, film menjadi hambar Jakarta (ANTARA News ) – Penulisan kritik film di media-media massa dinilai turut berperan dalam meningkatkan kualitas perfilman nasional.
Sutradara film John de Rantau di Jakarta, Jumat mengatakan, kritik bisa membuat kreatornya berinteraksi dengan pengkritik dan penonton filmnya.
"Tanpa kritik film, tidak ada penimbang kualitas sebuah film. Seperti sayur tanpa garam. Tanpa kritik, film menjadi hambar," kata John de Rantau, terkait Lomba Kritik Film dan Artikel Film 2018.
John de Rantau yang juga merangkap sebagai anggota dewan juri Lomba Kritik Film 2018, bersama Wina Armada, Bre Redana, Remy Sylado, Dr. Maman Wijaya, Dr. Ekky Imanjaya, memutuskan Ary Saptaji sebagai pemenang kategori Kritik Film.
Dengan tulisan berjudul "Surat Terbuka Untuk Marlina", di film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, Ari mengalahkan 147 dari peserta dalam kategori ini.
Ketua Dewan Juri Kritik Film Wina Armada mengatakan, ada kesalahan mendasar pada hampir semua peserta kategori Kritik Film, yaitu penggunaan bahasa Indonesia yang masih buruk, serta terlalu banyaknya penggunaan bahasa asing, yang tidak pada tempatnya.
"Lebih banyak yang menulis dengan menggunakan gaya bahasa milenial, tanpa pemahaman bahasa Indonesia yang memadai, " kata Wina.
Sedangkan untuk kategori Artikel Film, Dewan Juri Artikel Film 2018, yang beranggotakan Ilham Bintang (Ketua) Benny Benke (Sekretaris), Lola Amaria, Yan Wijaya, Dimas Supriyanto, Sanggupri dan Doddy Budiatma, menetapkan Achmad Muchtar sebagai pemenang.
Dengan tulisan berjudul "Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak: Perempuan Menolak Kalah", Muchtar menyisihkan 47 pesaingnya
Baca juga: Perkembangan film nasional cukup menggembirakan
Dewan Juri Artikel Film mencatat terdapat kesalahan mendasar pada hampir seluruh artikel peserta lomba. Pertama, terdapat kelemahan yang sangat mengganggu pada penggunaan bahasa Indonesia yang belum mencapai taraf yang baik dan benar.
Kelemahan itu termasuk pada lima artikel unggulan pemenang (nominee) .Kedua, terjadi inkonsistensi pilihan topik artikel dengan pembahasannya. Ketiga, terlihat kemalasan penulis untuk mengupdate (memperbarui) bahan dan data untuk menguatkan argumentasi analisisnya. Dukungan data yang kurang memadai, untuk tidak mengatakan amat lemah mewarnai hampir semua artikel. Keempat, naskah peserta didominasi kutipan- kutipan berbagai nara sumber yang terkadang kurang relevan dengan topik bahasan.
Sementara itu Kepala Pusbangfilm Kemendikbud RI Maman Wijaya, mengatakan peserta lomba Kritik Film dan Artikel Film 2018 meningkat dibandingkan tahun lalu.
"Terkumpul 148 naskah kategori Kritik film dan 48 naskah Artikel Perfilman dari 65 film yang berbeda, yang beredar selama setahun ke belakang," katanya.
Dia menambahkan, dari sisi kajian, kritiknya beragam, tidak sekedar menyalin ulang, tapi juga memberikan masukan kepada pembuatnya.
"Hal ini sejalan dengan program Pusbangfilm Kemendikbud untuk turut memajukan Kritik film di Indonesia," katanya.
Hal senada dikatakan Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi Ph.D. Menurut dia film sebagai produk budaya sarat dengan pesan di dalamnya.
"Kemendikbud, sebagai Kementerian yang turut bertanggung jawab atas perkembangan perfilman, sangat peduli pada ajang ini. Oleh karena itu, ajang Kritik Film ini menjadi penting dan strategis untuk meningkatkan kualitas perfilman Indonesia," ujarnya.***4***
Baca juga: LSF: Film nasional sudah mulai bervariasi
Baca juga: Kadin ingin regulasi berpihak kepada film nasional

Pewarta: Subagyo
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

  • TAGS:
  • film nasional
  • lomba kritik film 2018
  • john de rantau

Berita Terkait

ANTARA Bali gelar pameran foto "Rwa Bhineda – 2018"

7 Desember 2018 18:30

"Crazy Rich Asians" akan syuting dua sekuel sekaligus

7 Desember 2018 18:17

Sutradara: Kritik film turut tingkatkan kualitas film Indonesia

7 Desember 2018 17:31

Ed Sheeran jadi musisi dengan pendapatan tur konser terbesar

7 Desember 2018 17:08

In Memoriam – Sastrawan eksil Kuslan Budiman

7 Desember 2018 15:26

Terobosan DJ Riri Mestica di single terbarunya

7 Desember 2018 14:36

Eka Kurniawan raih penghargaan Prince Claus Awards 2018

7 Desember 2018 14:28

Ariana Grande berbagi kiat sukses kepada musisi muda

7 Desember 2018 13:59

Kevin Hart mundur jadi host Oscar

7 Desember 2018 13:57

Hiasan Batik Gang Kecil Kampung Laweyan

7 Desember 2018 12:08

Teaser terbaru Game of Thrones, berapi dan membeku

7 Desember 2018 11:59

Tanpa penggemar, takkan ada "Milly dan Mamet"

7 Desember 2018 10:37

Komentar

Kirim ×

Login

Username Password Tetap masuk Masuk Belum Daftar? Registrasi Login Dengan FACEBOOK TWITTER GOOGLE Tutup
ANTARA

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar