Cara Festival Film Tokyo menggaet penonton kalangan muda

Cara Festival Film Tokyo menggaet penonton kalangan muda

Cara Festival Film Tokyo menggaet penonton kalangan muda

Rabu, 31 Oktober 2018 19:08 WIB

Direktur Festival Film Tokyo 2018 Takeo Hisamatsu di Roppongi Hills, Tokyo. (ANTARA News/Alviansyah P)

Jakarta (ANTARA News) – Festival Film Tokyo 2018 (Tokyo International Film Festival/TIFF) menggelar sesi "Tribute to Comedy" dengan harapan menggaet penonton dari kalangan muda hingga anak-anak.
Direktur Festival Film Tokyo 2018, Takeo Hisamatsu, mengatakan "Tribute to Comedy" merupakan kelanjutan dari "Tribute to the Musical" yang menjadi bagian pada TIFF tahun lalu.
"Sekarang ada 'Tribute to Comedy', sehingga setiap orang bisa datang bersama anak-anak, dan kami bisa melihat para keluarga menyaksikan film bersama-sama," ujar Takeo Hisamatsu di Roppongi Hills Tokyo, Senin (29/10).
"Dengan ini kami berharap bisa memiliki penggemar film dari kalangan anak-anak," lanjut dia,
Beberapa film yang disajikan pada sesi itu antara lain "The Gold Rush", "Some Like It Hot", "Spaceballs", "The Hangover", dan "Home Alone". Adapun "The Sound of Music", "The Phantom of the Opera", "Beauty and the Beast", hingga "La La Land".
Baca juga: Ralph Fiennes bicara perbedaan jadi aktor dan sutradara
Hisamatsu menjelaskan, TIFF memiliki visi "ekspansi" yang berupaya menyediakan sederet film untuk seluruh kalangan, mulai dari drama percintaan, animasi, aksi, dokumenter hingga film-film festival.
"Kami menampilkan film secara luas. Kami sajikan film yang berseni dan menarik. Jadi semua orang bisa menikmati, bahkan untuk orang-orang yang sudah pernah menontonnya," kata dia.
Ia berharap, TIFF bukan hanya tempat nonton film melainkan ajang pertemuan pecinta dan pembuat film untuk berinteraksi langsung.
"Kami berupaya agar pengunjung dan pembuat film bisa berkomunikasi, makanya ada sesi tanya jawab. Kami juga ciptakan tempat bagi media dan pembuat film bisa berkomunikasi," katanya.
Baca juga: Pesan Koji Yakusho untuk aktor muda
Selain "A Star Is Born", TIFF tahun ini didominasi penayangan spesial film-film Asia antara lain "The House Where the Mermaid Sleeps", "GODZILLA: The Planet Eater", "The Travelling Cat Chronicles" hingga "Amanogawa".
Untuk itu, Hisamatsu menyatakan TIFF tahun depan berupaya menayangkan lebih banyak film Hollywood.
"…tahun berikutnya mungkin kami punya lebih banyak Hollywood film," kata dia.
TIFF 2018 menampilkan lebih dari 200 film, baik untuk pemutaran perdana, film animasi, film musikal, film lawas yang sesuai dengan tema, hingga 16 film kompetisi yang melibatkan "The White Crow" karya sutradara dan aktor Inggris Ralph Fiennes.
Baca juga: Punya penikmat tersendiri, kartun 2D tidak akan hilang
Baca juga: Ralph Fiennes berharap festival film jadi pesta ide kreatif

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

  • TAGS:
  • TIFF
  • tiff 2018
  • festival film tokyo

Berita Terkait

Godzilla dan juara film kompetisi jadi sajian penutup TIFF 2018

Godzilla dan juara film kompetisi jadi sajian penutup TIFF 2018

31 Oktober 2018 12:55

Cinta berakhir lara dalam "House Where the Mermaid Sleeps"

Cinta berakhir lara dalam "House Where the Mermaid Sleeps"

31 Oktober 2018 10:51

Punya penikmat tersendiri, kartun 2D tidak akan hilang

Punya penikmat tersendiri, kartun 2D tidak akan hilang

30 Oktober 2018 09:28

Bedanya bikin kartun anak dan dewasa, menurut animator Shin-chan

Bedanya bikin kartun anak dan dewasa, menurut animator Shin-chan

30 Oktober 2018 06:48

Ralph Fiennes berharap festival film jadi pesta ide kreatif

Ralph Fiennes berharap festival film jadi pesta ide kreatif

30 Oktober 2018 06:39

"Asian Triple Fold Mirror 2018: Journey", bukan sekadar perjalanan

"Asian Triple Fold Mirror 2018: Journey", bukan sekadar perjalanan

30 Oktober 2018 06:33

"Variable No:3" obati kerinduan Edwin menggarap film pendek

"Variable No:3" obati kerinduan Edwin menggarap film pendek

29 Oktober 2018 08:52

Oka Antara ungkap tantangan main film pendek "Variable No:3"

Oka Antara ungkap tantangan main film pendek "Variable No:3"

29 Oktober 2018 07:40

Keroncong hingga hip-hop, peran musik dalam film Asia Tenggara

Keroncong hingga hip-hop, peran musik dalam film Asia Tenggara

29 Oktober 2018 07:10

Komentar

Kirim ×

Login

Username Password Tetap masuk Masuk Belum Daftar? Registrasi Login Dengan FACEBOOK TWITTER GOOGLE Tutup
ANTARA

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar