Bedanya bikin kartun anak dan dewasa, menurut animator Shin-chan

Bedanya bikin kartun anak dan dewasa, menurut animator Shin-chan

Bedanya bikin kartun anak dan dewasa, menurut animator Shin-chan

Selasa, 30 Oktober 2018 06:48 WIB

Masaaki Yuasa saat tampil pada pemutaran "Lu Over the Wall" pada Festival Film Tokyo (TIFF) 2018, Minggu (28/10). (TIFF2018/Imagenet)

Roppongi, Tokyo (ANTARA News) – Animator Jepang, Masaaki Yuasa, yang terkenal melalui kartun "Kaiba", "Chibi Maruko-chan" dan "Crayon Shin-chan", menjelaskan sejumlah perbedaan dalam membuat kartun untuk anak dan orang dewasa.
Yuasa menjelaskan animasi anak-anak umumnya bercerita tentang hal-hal sederhana, sedangkan untuk kalangan dewasa bisa dibuat lebih panjang dan rumit layaknya novel.
"Tergantung targetnya, jika untuk anak-anak maka ceritanya akan menyempit pada kisah-kisah yang sederhana, seperti kita membaca buku anak-anak," kata Masaaki Yuasa yang ditemui Antara di Festival Film Tokyo 2018 (TIFF), Roppongi Hills, Senin (29/10).
"Namun untuk orang dewasa, ceritanya bisa seperti sebuah novel atau film," ujar director animasi "Lu Over the Wall" itu.
Di sisi lain, ia menekankan agar animator tidak perlu menyederhanakan karakter animasi untuk anak-anak, karena yang terpenting adalah ceritanya yang mudah dipahami.
"Jika karakternya untuk anak, justru kami tidak sederhanakan," kata dia.
Ia menambahkan, "Justru kami buat menarik layaknya kartun untuk dewasa, asalkan ceritanya dibuat lebih mudah dimengerti dan tidak ada sedikitpun unsur-unsur pornografi atau kekerasan."
Baca juga: Animator Shin-chan Masaaki Yuasa umumkan proyek kartun terbaru
Ketika ditanya bagaimana cara membuat kartun yang tidak terlupakan bagi kalangan anak dan dewasa seperti sosok Shin-chan dan Chibi Maruko-Chan, Yuasa menjawab, "Saya tidak tahu, jika tahu saya akan membuatnya terus-terusan."
Kendati demikian, ia belajar memahami bagaimana membuat cerita yang menarik sehingga film atau serial kartun bisa disukai banyak orang, baik dari keunikan karakter kartunnya hingga cerita yang disuguhkan.
Baca juga: TIFF 2018 soroti karya Koji Yakusho dan Masaaki Yuasa

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

  • TAGS:
  • Masaaki Yuasa
  • Animasi
  • tiff

Berita Terkait

Ralph Fiennes berharap festival film jadi pesta ide kreatif

Ralph Fiennes berharap festival film jadi pesta ide kreatif

30 Oktober 2018 06:39

"Asian Triple Fold Mirror 2018: Journey", bukan sekadar perjalanan

"Asian Triple Fold Mirror 2018: Journey", bukan sekadar perjalanan

30 Oktober 2018 06:33

Animator Shin-chan Masaaki Yuasa umumkan proyek kartun terbaru

Animator Shin-chan Masaaki Yuasa umumkan proyek kartun terbaru

29 Oktober 2018 14:04

"Variable No:3" obati kerinduan Edwin menggarap film pendek

"Variable No:3" obati kerinduan Edwin menggarap film pendek

29 Oktober 2018 08:52

Oka Antara ungkap tantangan main film pendek "Variable No:3"

Oka Antara ungkap tantangan main film pendek "Variable No:3"

29 Oktober 2018 07:40

Keroncong hingga hip-hop, peran musik dalam film Asia Tenggara

Keroncong hingga hip-hop, peran musik dalam film Asia Tenggara

29 Oktober 2018 07:10

Rencana Ralph Fiennes setelah "The White Crow"

Rencana Ralph Fiennes setelah "The White Crow"

29 Oktober 2018 07:06

Ralph Fiennes: Saya masih belajar menjadi sutradara

Ralph Fiennes: Saya masih belajar menjadi sutradara

28 Oktober 2018 07:36

Ralph Fiennes bicara perbedaan jadi aktor dan sutradara

Ralph Fiennes bicara perbedaan jadi aktor dan sutradara

28 Oktober 2018 07:33

Komentar

Kirim ×

Login

Username Password Tetap masuk Masuk Belum Daftar? Registrasi Login Dengan FACEBOOK TWITTER GOOGLE Tutup
ANTARA

Comments

comments

Leave a Reply

Skip to toolbar